Tampilkan postingan dengan label Cerita Sex. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Sex. Tampilkan semua postingan

Cerita Sex ABG Ngentot dengan Sapi


Cerita Sex Anak SMA di Kelas ~ Cerita Sex ABG dikelas ~ Kejadiannya sangatlah lama, dan di ruangan terbuka yang dapat dikatakan udara cukup panas. Saat itu, tepat pukul 13:00. Pada waktu itu, kami melakukan beberapa kegiatan rutin yang biasa kami jalani setiap harinya.

Pada pukul 15:00, acara Pramuka dibubarkan. Kamipun segera bergegas meninggalkan tempat tersebut. Aku setelah dari tempat itu, berniat pergi ke sebuah Multiplayer. Saat aku setiba di Sekolah, aku melihat seorang anak yang sedang mengintip ke dalam sebuah ruangan di dalam sekolah. Karena aku sedikit ada rasa curiga, maka aku memutuskan untuk mendekatinya. Ketika aku mendekatinya, perasaan aku merasa sedikit tidak enak. Karena itu, aku tidak jadi mendekatinya.



Tak lama kemudian, datanglah teman aku bernama Anto, anak yang selalu bermain bersama aku dan “sedikit rusak”. Saat itu, ia mengatakan, bahwa ada orang yang menitipkan barangnya di Lapangan Olahraga di Lantai 5. Karena ada rasa sedikit curiga, maka aku pergi ke sana untuk memastikan ada apa di sana.
Setelah aku tiba di sana, aku melihat ada sebuah kantongan di dekat sebuah panggung pergelaran. Sebelum aku beranjak untuk melihatn6ya, aku pastikan dulu, bahwa tidak ada jebakan. Setelah aku cek, ternyata tidak ada sama sekali jebakan. Lalu, akupun segera melihat apa isi dari Barang tersebut.

Setelah aku pegang benda tersebut, aku buka kantongnya satu persatu. Ternyata, pembungkus benda tersebut sangatlah banyak, sehingga aku pusing untuk membukanya satu persatu. Sampai pada akhirnya, Kantonga itu habis terbuka pada bungkusan yang kelima puluh. Setelah aku lihat, ternyata isinya adalah berbagai macam foto-foto yang dapat dikatakan “rusak” dan berbagai macam alat KB dan Seks. Tetapi aku sempat bertanya keheranan “siapa dan untuk apa ini?”. Karena merasa tidak sopan, maka kukembalikan lagi kepada tempatnya. Setelah sekian lama, aku hanya menunggu sang waktu berlalu. Kebetulan pada saat itu tidak ada orang, maka aku bisa bersantai sejenak di sana.

Setelah sekian lama, aku ingat, bahwa aku akan bertanding lomba Catur antar 1 Sekolah. Saat itu, aku telah mencapai Final, dan lawan aku yang berikutnya, adalah Fahris (Sekarang ia anggota Dark Falcon). Karena tidak ada orang, maka aku berlatih sendiri di tempat itu. (avid internisti)

Sesudah aku berlatih selama 1 jam, aku merasa kelelahan. Maka, aku putuskan untuk beristirahat dengan melakukan Break Dance. Beberapa waktu yang lalu, aku diajarkan oleh salah seorang teman aku untuk berlatih Break Dance, seperti Salto, Rolling, Hip Hop, dan lain sebagainya. Akan tetapi, aku tertarik akan salah satu gerakan yang sangat sukar, yaitu Tornado Roll (Rolling di Udara).

Karena saat itu tidak ada orang, aku iseng untuk mencobanya dengan naik di atas tiang penyangga. Saat itu, aku menaikinya dengan memanjatnya. Saat aku akan melakukannya, tiba-tiba ada 2 orang yang masuk ke ruangan itu. Tidak disangka, itu adalah Fahris, lawan Finalku nanti, dan yang satu lagi, adalah anak yang terdapat di Foto-foto yang kulihat tadi, karena namanya cukup panjang, sebut saja NT.

Karena tempat itu cukup luas, aku mencoba untuk mendengarkan suara mereka dengan mendengarkan gemanya. Kulihat Fahris mulai membuka kantongan tersebut, dan “Lihat, sekarang kamu percaya kan? Aku ini tidak pernah berbohong, jangan macam-macam kamu!” kata Fahris.

“Ih.. kamu kok jahat! Awas, nanti aku adukan ke guru lho!” sambung NT.
“Mangkanya, lebih baik kamu harus tunduk kepadaku, atau..” pembicaraan terpotong.
“Atau apa hah?” teriak NT agak keras.
“Atau aku Renggut Keperawananmu!” Teriakan Fahris menggelegar.
“Jangan macam-macam kamu, cepat serahkan!” NT meneruskan.

Belum sempat NT bergerak, Fahris sudah menerjang NT dan langsung menelanjangi NT dengan kasarnya.
“Ah.. Jangan Far.. Jangan!!” Teriakan NT keras sambil menangis tersedu-sedu.
“Segera kuambil keperawananmu!!” Lanjut Fahris.
Fahrispun memulai aksinya dengan sangat gesit, ia melakukan ML pemanasan dengan rasa sangat Hot. Tetapi, aku berusaha untuk tetap berada di langit-langit meskipun aku hanya bertumpu dengan Tiang datar dengan lebar 30 cm.

Setelah ia melakukan pemanasan, iapun akhirnya siap untuk memulai aksi tergilanya.
“Ah.. jangan far.. jangan ambil keperawananku.. tolonglah..” pelas NT.
Tetapi, Fahris tidak mempedulikan perkataannya, dan akhirnya, iapun melakukan seks dengan NT.
“Earrgghh..” Teriak NT begitu batang kemaluan Fahris memasuki liang senggama nya.
Setelah itu, Fahripun mulai melakukan penggesekan terus menerus sampai ia berhenti setelah menit kesepuluh.

“Bagaimana, enak kan, mangkanya, jangan coba-coba!” kata Fahris puas.
Setelah itu, Fahrispun mulai kembali melancarkan aksinya untuk kembali melakukan persetubuhan.
Selama mereka melakukan persetubuhan, NT terus mengerang-erang kesakitan
“Eng.. eugh.. ough.. aekh.. eakh.. eikh.. oekh..” Desahan NT turut membuatku terangsang. Tetapi, karena pada saat itu, aku belum pernah bermasturbasi, maka aku diam saja dan terus menyaksikan.

Setelah sekian lama, akhirnya mereka berhenti dan tertidur lemas. Sepertinya, mereka telah Orgasme bersama, dan kulihat NT berdarah. Mungkin ia telah kehilangan keperawanannya. Karena kesempatan tidak ada orang, maka akupun segera mengambil kamera, dan menfoto beberapa foto yang membuktikan Fahris bersalah. Setelah itu, akupun berniat kabur melalui Jendela Ventilasi di dekatku.

Ketika hendak keluar, aku mendengar ada suara gebrakan. Setelah kulihat ada sumber suara tersebut, tenyata itu adalah Gloria yang masuk lewat Pintu dan terjatuh dan kakinya mengenai Lantai dan sepertinya ia Lumpuh sementara (Paralyze). Seketika itu pula, bangunlah Fahris dalam keadaan segar bugar seperti tidak sehabis bercinta. Iapun mendekati Gloria.

“Hai, cewek, kamu sudah melihat perbuatan kami ya?” kata Fahris.
“Lihat apa? Aku baru saja masuk ke ruangan ini.” jelas Gloria.
“Jangan bercanda, lagipula kamu kan juga mengintip aku saat bercinta dengan SOS tadi kan di kelas” lanjut Fahris.

“Kamu jangan macam-macam. Aku tak tahu!” sangkal Gloria.
“Sudah, lebih baik kamu bercinta juga saja denganku!” Perintah Fahris.
“Jangan.. jangan sentuh aku.. jangan..” Teriak Gloria.

Karena aku tidak tega melihat Gloria yang begitu Cantik dan Seksi yang masih perawan, akupun berbuat nekat. Entah apa yang merasuki pikiranku, aku langsung saja melompat menuju ke Fahris dan melakukan Tornado Roll. Dan akhirnya, berhasil, akupun berhasil menghajarnya dan membuatnya pingsan. Akan tetapi, akupun langsung lumpuh total seketika. Tetapi, aku belum menyerah. Akupun memberikan Kamera yang aku gunakan untuk menfoto Fahris dan NT tadi. Dan akhirnya, akupun pingsan.

Keesokan harinya, aku terbangun di atas tempat tidur. Aku melihat sekelilingku, dan ternyata, aku berada di rumah sakit. Akupun segera berbaring kembali, tetapi tidak tidur. Karena keluargaku jauh dariku, maka tidak ada sama sekali yang datang menjengukku. Aku sangat merasa sedih saat itu. Tidak lama kemudian, Gloria datang dan menghampiriku. Ia berjalan seperti orang normal. Aku pikir Paralyzenya sudah sembuh.
“Ali, apakah lukamu masih sakit?” tanyanya.
“Tidak juga sih, tapi sudah mendingan.” sahutku.
“Eh, terima kasih ya, kamu sudah menolongku pada saat itu.” ucapnya
“Ah, tidak apa-apa. Aku memang sudah biasa melakukannya.” jawabku seenaknya.
“Lantas mengapa NT pada saat itu tidak kamu tolong?” tanyanya.
Waduh, mati aku. Aku tidak mungkin mengatakan bahwa aku membedakan sesama manusia (dalam arti Gloria dan NT). Lalu akupun menemukan jawaban sempurna.
“Oh, pada saat itukan Fahris masih dalam keadaan Fit, jadi aku tidak mungkin dapat menghadapinya secara fisik.”

“Kalau mental?” tanyanya lagi.
“Itu mungkin saja dapat kuatasi. Oh ya, bagaimana dengan kejuaraan catur hari ini? Aku kan tidak dapat ikut?” tanyaku.

Gloriapun mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Ternyata, ia mengeluarkan kameraku dan kertas yang menyatakan bahwa aku langsung memenangkan pertandingan karena Fahris melakukan perbuatan yang tidak terhormat. Akupun merasa lega, dan akhirnya akupun bertanya lagi.

“Bagaimana pendapatmu?” tanyaku.
“Yah.. hebat.. boleh juga..” katanya.
Entah apa yang menghantui pikiranku, akupun menyatakan cinta padanya, tetapi ia menjawab
“Waduh, jangan dulu ya, aku masih belum mau pacaran, lain kali saja ya. Sementara ini, ayo kita berteman dan melakukan petualangan bersama di Sekolah.”
“Jadi, kamu juga suka menyusup ya?” tanyaku.
“Iya, sejak kecil, aku suka sekali berpetualang, jadi, kamu kan juga sama, mari kita satukan hobi kita bersama.” jelasnya.

Tante Tina Seksi Ngentot di Kamar Mandi - Cerita Sex

Kali ini kami Gadis-suci, dimana kali ini kami akan memberikan berbagai macam artikel seputar Cerita Sex dan banyak cerita Panas yang bisa anda baca, dimana kebanyakan orang ingin mendapatkan sensasi baru saat berhubungan dengan kekasihnya atau dengan istrinya, hal ini memang sangat alami dan manusiawi.

langsung saja akan kami berikan info seputar Cerita Sex tante Tina di kamar mandi :



Cerita Sex ini terjadi waktu aku datang ke wisudanya di Manggala Wana Bakti, nah setelah selesai di wisuda ceritanya aku dan dia itu ke tempat kostnya di daerah Palmerah. Nama temanku Tina (sudah disamarkan). Secara garis besar dia adalah seorang gadis yang cantik dengan ukuran dada 36B, lalu dengan tinggi 159 cm dan berat 48 kg, dan rambut hitam legam sepundak, memang 2 tahun lebih tua dari aku, aku kenal sama dia pas waktu dia mengulang salah satu mata kuliah di semester 2 sejak itu aku cukup akrab dengan dia, dan dia adalah satu-satunya orang yang tahu pengalaman misteriusku dengan Vita. Tina adalah anak seorang pengusaha sukses di Bali, tapi karena dia ingin sekali kuliah jurusan komputer di Jakarta, akhirnya dia kost di dekat kampus, karena memang Tina tidak mempunyai keluarga di Jakarta

Sesampainya di tempat kostnya terus terang aku kagum banget karena rumah kost Tina itu bagus banget, memang sih Tina pernah bilang tempat kostnya tuh mahal sekali satu bulan bayarnya sekitar 600.000-an tapi aku tidak menyangka bahwa rumah kostnya sebagus ini, soalnya biasanya dimana-mana tempat kost identik dengan rumah sederhana, tapi kali ini ternyata aku melihat sebuah rumah kost yang megah. Akhirnya terpaksa aku menyudahkan lamunkanku karena aku mendengar teriakan 3 orang wanita, yang ternyata teman kostnya Tina, setelah itu aku dikenalkan Tina dengan ketiga teman kostnya itu. Nama ke tiga anak kost itu ada Silvi, Anna, Sonia.

Silvi adalah seorang wanita yang aku perkirakan berusia sekitar 23 tahun, cukup cantik dengan rambut ikal sebahu. Anna seorang wanita berusia 22 tahun, mahasiswi tingkat akhir di kampus yang sama dengan aku dan Tina, walaupun tidak terlalu cantik tapi dada dan pantatnya terlihar padat dan menantang lalu Sonia seorang wanita yang berusia 24 tahun dan terlihat paling cantik diantara Silvi dan Anna.

Singkat cerita akhirnya kami berlima pesta pora merayakan wisuda Tina, memang aku sempat tanya ada berapa anak kost di rumah ini menurut mereka ada 5 orang semuanya wanita tapi yang satu sekarang sedang pulang ke kampung halamannya. Lalu aku juga sempat tanya dimana majikannya, lalu kata mereka majikannya ada di Canada, dan segala keperluan rumah sudah diserahkan kepada seorang pembantu rumah tangga yang sengaja disiapkan disana.

Lalu disela-sela obrolan kami, aku sempat melihat ada seorang gadis yang berusia sekitar 21 tahun keluar dari dalam, aku pikir ini juga anak kost disini karena dia terlihat amat cantik hanya bedanya kecantikan gadis yang baru kulihat ini lebih alami dan natural. Dan rupanya Tina melihatku sedang memperhatikan gadis itu sehingga dia berkata "Hei Tom, sudah donk masa lu ngeliatin si Susi saja", "Oh, jadi dia namanya Susi toch, apa dia juga anak kost disini?" tanyaku. Eh mereka semua malah pada senyum, lalu Sonia bilang "Tommy.., Tommy.., sudah aku bilang disini cuma ada 5 orang plus 1 pembantu, dan sekarang teman kami yang satu sedang pulang kampung!". "Jadi artinya Susi itu pembantu kalian donk", potongku dan mereka semua menjawab serempak "Pinter", dan setelah itu mereka mengolok-ngolokku, karena menurut mereka aku tuch naksir sama Susi.

Lalu mungkin gara-gara itu kami jadi ngelantur bercerita tentang Susi, dan akhirnya mereka berempat mengajakku taruhan bisa tidak aku mengajak Susi yang masih virgin dan tidak pernah pergi sama laki-laki itu ML denganku. Aku sempat bilang lu orang pada gila yach, tapi karena aku diolok-olok dan dikatain chicken, dll akhirnya aku sanggupin juga dech untuk mencobanya, lalu aku bilang "Tapi dengan syarat lu orang harus membantu rencanaku, dan kalau aku berhasil taruhannya apa donk?" dan akhirnya setelah mikir sejenak Sonia bilang "Kalau kamu berhasil kamu boleh minta apa saja", "Oke.." jawabku.

Lalu aku bilang, "Aku punya rencana begini, nanti aku pura-pura sakit dan tidur di kamar Tina, terus lu suruh dia tolong kerokin aku, lalu pas lagi di kerokin aku akan suruh dia nyalahin VCD yang tentu saja isinya film bokep". Dan akhirnya Tina dan Sonia yang menuju ke dalam mencari Susi, sedang aku Anna, dan Silvi menuju ke kamar Tina, disana aku tiduran sambil pura-pura pakai balsem, dan seperti orang masuk angin. Tidak beberapa lama kemudian, aku lihat Susi dan bersama Tina dan Sonia, lalu akhirnya mereka berempat keluar tinggal aku dan Susi berdua di kamar. Lalu aku dengar ada suara yang sangat lembut menyapaku "Ada apa Mas?", lalu dengan gugup aku menyahut "Nggak nich Mbak, saya sepertinya masuk angin, bisa minta tolong kerokin nggak yach?". "Boleh Mas", jawab Susi lagi, lalu dia mengambil minyak kayu putih dan uang logam seratusan, dan dia menyuruh aku membuka baju lalu dia mulai mengeroki badanku. Dan seperti rencanaku akhirnya aku meminta tolong padanya mengambilkan remote, lalu aku menyalakan TV dan VCD.

Dan setelah menyala, langsung dech terlihat adegan syur di TV, dan aku merasakan seketika itu juga uang logam yang dipegang Susi jatuh ke lantai, lalu aku bilang ke Susi. "Sus, maaf yach saya mau nonton film ini soalnya besok pagi sudah harus dikembaliin, kamu nggak 'pa-'pa kan yach?". Lalu dengan gugup aku lihat dia bilang "Nggakk pappaa kok, Mas", lalu aku tanya lagi "Kamu pernah nonton film beginian Sus?", "Dan dia bilang belum pernah, Mas", lalu aku lihat dia mengambil duit logam dan kembali mengerokiku dan aku kembali menikmati adegan syur di depan mataku, tapi lama kelamaan aku merasakan kerokan Susi semakin melemah dan nafasnya kian memburu dan lalu aku pikir ini adalah saat terbaik untuk memulainya, lalu akhirnya tanganku mulai menyentuh pahanya, dan karena tidak ada reaksi menolak lalu tangan aku mulai semakin naik dan akhirnya sampai di payudaranya dan lagi-lagi dia diam, lalu aku langsung balik badan dan langsung memeluk dan menciumnya, dan karena dia masih virgin dia agak lama baru membalas ciumanku, dan walaupun tampak kaku, aku merasakan kenikmatan tersendiri, setelah itu aku mulai perlahan-lahan membuka kaos dan roknya, dan lalu aku mulai meremas-remas payudaranya yang hanya dilapisi oleh BH warna krem, dan aku lihat dia tuch meringis kenikmatan, dan setelah puas bermain di payudaranya tanganku segera kebawah dan meraba-raba CD-nya yang sudah basah, lalu aku mulai mengesekkan jariku perlahan-lahan dan aku lihat dia tuch semakin menggelinjang kenikmatan, setelah itu aku membuka CD-nya dan kemudian mulai menjilat-jilat liang kewanitaannya, dan mencari clitnya.

Cerita Sex.Dan sewaktu lidahku bermain di dalam liang kewanitaannya tanganku kembali bergerak ke atas dan membuka BH-nya dan bermain di atas payudaranya 15 menit kemudian, aku sudahi permainanku di liang kewanitaannya, dan aku-pun mulai mencopot kemeja dan celanaku di depan Susi, dan mungkin karena tidak tahu apa yang harus dilakukannya Susi diam saja, dan pas aku menurunkan CD-ku, Susi berteriak kecil "Ahh.." dan aku jadi kaget, dan aku bilang "Ada apa Sus?", dan dia bilang "Saya ngeri ngeliat barang Mas". Dan lalu dengan senyum aku bilang tidak apa-apa, lalu aku bawa tangannya ke penisku, dan lalu dengan malu-malu dia memegang penisku dan mengocoknya pelan-pelan. Dalam hati aku berkata wah nich anak pinter juga, baru sekali nonton BF tahu apa yang harus dilakukannya.

Dan tidak beberapa lama kemudian aku suruh dia mengisap penisku, tapi mula-mula dia bilang nggak mau karena geli tapi karena terus di paksa akhirnya dia lakukan juga. Dan untuk seorang pemula hisapan Susi cukup hebat (walaupun tidak sehebat Vita), setelah puas aku lalu menyuruhnya udahan dan kemudian aku bersiap-siap untuk memasukkan penisku ke liang senggamanya, dan sesampainya di depan liang kenikmatannya dia langsung bangun dan bilang "Nggak boleh donk Mas kan saya masih perawan". Dalam hati aku berkata sial nich cewek bisa kalah dech aku, tapi akhirnya aku nggak kehabisan akal lalu perlahan-lahan aku bilang kalau dia nggak mau yach sudah saya nggak masukin semua hanya ujungnya saja dan itu nggak merusak selaput daranya. Akhirnya dengan perjuangan keras aku diijinkan untuk memasukkan kepala penisku di liang surganya, dan lalu aku mulai memasukkannya perlahan-lahan. Dan seperti dugaanku liang senggamanya amat sempit sehingga aku agak menemui kesusahan memasukkan kepala penisku.

Dan setelah masuk aku mulai menarik dan memasukkannya perlahan-lahan, dan seperti dugaanku Susi keenakan, dan dia lalu berkata "Mas masukkin semua donk masa kepalanya doank!" lalu dengan pura-pura bodoh aku bilang "Kata kamu kepalanya saja, tapi lalu dia bilang "Nggak 'pa-'pa dech Mas ayo donk cepat Mas!". Akhirnya aku memasukkan sisa penisku ke liang kewanitaannya. Setelah masuk aku mulai menggoyangkannya, beberapa menit kemudian aku menarik penisku dan menyuruh dia nungging dan aku melakukannya dengan posisi dog style, sekitar 10 menit kemudian aku dengar Susi bilang "Mas kok saya tiba-tiba mau pipis sich yach?" terus aku bilang "Kalau itu bukan pipis tapi tandanya kamu hampir orgasme". Dan aku suruh dia tahan sebentar karena aku juga sudah mau keluar dan 3 menit kemudian aku keluar barengan dengan dia.

Setelah itu aku dan dia jatuh ke ranjang, dan aku sempat lihat spermaku yang berceceran di lantai beserta beberapa bercak darah, setelah itu aku bilang terima kasih ke dia, dan dia lalu keluar kamar dan aku pun ke kamar mandi untuk membersihkan badanku yang penuh dengan keringat.

Setelah aku selesai mandi, aku lalu keluar kamar dan aku nggak menemui Tina, dan ketiga kawannya di ruang depan, dan aku sempat clingak-clinguk dech nyariin mereka, dan tiba-tiba aku dengar ada suara yang memanggilku dari arah sebelah kiriku, "Tom, sini donk Tom, kita juga mau ngerasain barang kamu donk". Spontan aku menghadap ke asal suara tersebut dan aku lihat Silvi yang sudah berada dalam keadaan polos memanggilku di muka pintu kamarnya. Langsung dech adikku yang tadinya sudah kembali tidur tegak lagi, dan segera aku menyamperi Silvi yang memang sudah menungguku, sesampainya di dalam kamar aku sampai kaget melihat ternyata di dalam kamar itu bukan hanya terdapat Silvi saja tetapi juga ada Tina, Sonia, dan Anna, hanya mereka bertiga masih berpakaian lengkap. Aku bilang ke Tina, "Tuch kan Tin, aku berhasil kan naklukin Susi" Iya dech Tom, kita percaya sekarang". Setelah itu aku langsung bilang "Ayo sekarang aku minta hadiahku". Lalu jawab mereka "Eloe minta hadiah apa?". Langsung dech otakku mikir minta apa yach, terus aku bilang "Aku pengen tidur bareng kalian bertiga sekaligus", dan reaksinya mereka berempat langsung teriak "Yes, siapa takut memang itu kok yang kami harapkan", lalu Silvi sempat nambahin, "Tahu nggak Tom, kenapa aku bugil supaya lu nafsu lihat aku dan minta ML sama aku ternyata siasat aku berhasil, lagian tadi kan pas lu ML sama Susi kita pada ngintip lho", dan aku langsung dech berpura-pura terkejut padahal sich aku tahu kok he he he, tapi aku diam saja sok cool.

Setelah itu Anna, Tina dan Sonia mulai striptease di depanku sambil perlahan-lahan membuka bajunya satu persatu sampai mereka semua benar-benar bugil, dan akibatnya adikku yang memang dari tadi sudah bangun jadi semakin tegak, dan setelah mereka selesai dengan baju mereka sendiri mereka dengan ganas langsung menyerbuku, dan dengan penuh nafsu birahi, mereka mempreteli baju dan celanaku satu demi satu, dan ketika celana dalamku diturunkan mereka sempat terpesona melihat barangku, lalu tiba-tiba Tina menunduk dan langsung menjilat-jilat penisku sementara Anna langsung mengarahkan liang kewanitaannya ke mulutku yang langsung saja kusambut dengan jilatan-jilatan di sekitar liang kewanitaannya, sementara itu tanganku menggerayangi payudara Sonia, sementara itu pula Sonia menjilat payudara Silvi, lalu kami saling berganti-ganti posisi, setelah puas dengan gaya tersebut aku mulai bangkit dan mula-mula aku mengarahkan penisku ke arah liang kewanitaan Tina, dan sumpah aku menemui kesulitan untuk memasukkan penisku tersebut tapi dengan upaya keras akhirnya aku berhasil untuk memasukkannya, setelah beberapa lama aku dengar Tina merintih dengan keras dan akhirnya dia orgasme, lalu kucabut penisku dari liang senggamanya, dan aku sempat lihat ada bercak darah di penisku, dan aku sempat tanya "Tin, lu masih virgin yach?" dan Tina menjawab katanya "Kami berempat masih virgin Tom", busyet aku hoki benar dalam semalam dapat 5 cewek masih virgin semua.

Lalu aku mulai mencoba memasukkan penisku ke liang kewanitaan Silvi, kali ini aku lebih pelan-pelan dan santai, walaupun sulit tapi tidak sesulit sewaktu aku memasukkan penisku ke liang kewanitaan Tina, mungkin karena penisku sekarang sudah basah, dan kulihat liang kewanitaan Silvi pun sudah sangat basah, lalu aku kembali memaju mundurkan pantatku, sekitar 10 menit aku merasa bahwa spermaku akan segera keluar, lalu aku langsung menurunkan tempo goyanganku, dan segera aku mulai mengalihkan permainanku ke arah payudara Silvi, setelah beberapa lama aku kembali mulai mempercepat goyangan pantatku, tapi itupun tak bertahan lama karena 5 menit kemudian aku sudah ingin mengeluarkan sperma lagi, sebetulnya ingin aku tahan tapi karena aku kasihan sama Silvi orgasmenya tertunda melulu, terpaksa aku malah mempercepat laju permainanku dan 3 menit kemudian aku bilang sama dia "Aku sudah mau keluar nich, aku keluarin di dalam atau di luar?". Lalu dia jawab "Di dalam saja". Akhirnya aku dan dia keluar secara bersamaan.

Cerita Sex.Setelah itu aku merebahkan diri ke tempat tidur, tapi baru sepuluh menit aku tiduran aku merasakan barangku saja yang dijilat-jilat, dan ternyata aku lihat kali ini Anna yang menjilat-jilat barangku, akhirnya adikku bangun lagi dech dan aku langsung melepas barangku dari mulutnya dan langsung mengarahkan barangku ke kemaluannya, dan kali ini aku kembali menemui kesulitan, karena liang kewanitaan Anna benar-benar sempit, dan kecil, penisku sampai perih rasanya, akhirnya dengan sedikit paksaan aku berhasil juga memasukkan barangku ke dalam liang surganya, sekitar 15 menit kemudian Anna teriak Tom, aku mau orgasme nich, dan aku langsung bilang "Tunggu donk aku juga sudah mau orgasme nich". Akhirnya aku mempercepat pola permainan, dan akhirnya aku keluar barengan dia di dalam liang senggamanya. Setelah itu aku langsung tiduran lagi, tapi aku liat kali ini Sonia menyamperi aku dan bilang "Tom giliran aku kapan?" "terus aku bilang besok saja yach aku cape nich". Tapi sebagai jawabnya dia malah merenggut dan langsung mengocok-ngocok barangku, dan secara perlahan barangku kembali bangun, setelah bangun secara maksimal, Sonia lalu berdiri dan duduk tepat diatas barangku sambil tangannya perlahan membuka bibir kemaluannya, dan aku merasakan perih di sekitar barangku, karena Sonia memasukkannya dengan agak keras, setelah itu dia mulai mengoyang-goyangkan pantatnya naik turun sambil sesekali dia mengoyang-goyangkannya ke depan dan ke belakang, karena merasa nikmat sekali nggak sampai 10 menit aku merasa aku sudah mau orgasme, dan aku bilang ke Sonia "Son, aku sudah mau orgasme nich", dan sebagai jawabannya dia mencabut barangku dan mengulum kembali barangku dan akhirnya aku memuntahkan spermaku di mulutnya dan kemudian diminum semua oleh Sonia "Obat awet muda katanya" Dan aku sich tersenyum saja mendengarnya.

Nggak lama kemudian aku tidur bersama mereka berempat dalam keadaan bugil. Sekitar Jam 7 pagi aku bangun dan menuju kamar mandi untuk mandi karena terus terang badanku lengket semua keringatan. Lalu aku mulai mandi dan menyabuni penisku, mungkin karena terkena tanganku eh adikku malah bangun lagi, dan ketika itu pintu kamar mandi terbuka, lalu aku lihat Tina masuk ke dalam, dan kaget "Gila lu Tom, mau onani yach, ngapain Tom, sayangkan lu buang gitu saja, mending buat aku, lalu setelah itu Tina nyamperin aku dan mulai memain-mainkan barangku sebentar lalu dia mulai mengulum penisku, sekitar 15 menit dia mengulum penisku, sampai akhirnya aku mengeluarkan spermaku di dalam, dan kemudian diminum seluruhnya oleh Tina, nggak beberapa lama kemudian dia malah nungging dan minta di fuck dengan posisi doggy style, tadinya aku sudah mau nolak dan jelasin bahwa sebenarnya aku lagi bersihin barangku bukan onani, tapi karena nafsu lihat pantat mulus akhirnya aku masukin juga barangku ke liang kewanitaannya, dan kali ini aku nggak sesulit sewaktu memasukkan barangku tadi malam, dan setelah puas dengan doggy style dia malah minta fuck dengan gaya monyet, dimana aku ngefuck sambil ngegendong dia, yach sudah dech akhirnya aku lakukan juga permintaan dia, 5 menit kemudian aku merasa bahwa aku mau orgasme, dan dia bilang "Yach sudah Tom keluarin di dalam saja, aku pengen ngerasain sperma kamu kok" Akhirnya aku keluarin juga dech spermaku di dalam liang kewanitaannya, lalu setelah itu kita malah mandi bersama dan sekitar pukul 9 pagi aku balik ke rumah dan tidur sampai malam.

Cerita Sex Ngentot dengan Ibu Temanku

sangat banyak macam dari Cerita Sex yang memang beredar di sleuruh pelosok ranah maya, dimana dalam berbagai pencarian yang populer biasanya cerita panas, dan cerita dewasa menjadi salah satu kata kunci yang paling banyak dicari oleh sebagian besar anak muda yang memang ingin mendapatkan pengetahuan baru seputar cerita dewasa .

nah untuk edisi kali ini kami Gadis Suci akan memberikan info seputar Cerita Sex Ngentot dengan Ibu Temanku yang kami ambil dari berbagai sumber yang didalmn\ cerita tersebut terlihat begitu nyata.

Namaku Roy Dian Putra, aku pertama kali bercerita tentang cerita dewasa ini, usiaku 18 tahun, dan saat ini tercatat sebagai mahasiswa sebuah Universitas Swasta terkenal di Jakarta.

Inilah cerita dewasa panas yang paling seru. Berasal dari keluarga yang broken home, kedua orangtua kandungku bercerai sejak aku masih berumur 6 tahun. Aku tinggal bersama ayahku, singkat cerita sampai suatu hari dia terlibat masalah di luar negeri dan lalu aku tinggal dirumah temanku yang sudah jadi teman baik ayahku juga, sedangkan temanku semasa kecil itu kini dia kuliah di malang, sebulan sekali dia baru pulang, dirumah hanya aku, ibu temanku dan satu pembantu cewek yang lumayan juga bodynya.

Ibu temanku adalah wanita yang sangat seksi dan cantik meski usianya sudah 32 tahun, Hampir setiap hari aku melakukan onani akibat ga kuat menahan gejolak sex melihat kemolekan tubuh ibu temanku itu, sampai akhirnya muncul Cerita Dewasa Ngentot Ibu Teman ini dikarenakan nafsu sex binalku ini.

Setelah 3 minggu aku tinggal bersama mereka, timbul nafsu birahiku untuk menyetubuhi ibu temanku. Bagaimana tidak terangsang melihat wajah cantik yang dewasa dan menggairahkan serta tubuh yang seksi luar biasa (mungkin dikarenakan ikut senam). Setiap ibu temanku mandi, aku selalu menyempatkan diri untuk mengintipnya. Sambil melihat aku pun melakukan onani sampai-sampai maniku berceceran di lantai tempatku mengintip.

Disitulah setiap hari aku melakukan aktifitas ini tanpa takut ketahuan oleh ibu maupun adik dan pembantuku. Terkadang kalau tidak sempat, aku tidak membersihkan bekas maniku karena takut ibu temanku lebih dulu datang. Aku tidak tahu dia sadar akan hal ini atau tidak, tapi yang pasti sampai 3 minggu ini masih aman.

Pada pagi hari ibu temanku menyiapkan sarapan untukku, aku duduk di meja makan menunggu sarapan tiba. Waktu itu pembantu sudah berangkat belanja ke pasar. Kulihat ibu temanku hanya memakai celana dalam, sedangkan bagian atasnya dia hanya memakai kaos, sehingga tonjolan dadanya terlihat sekali. Mungkin dia tidak risih berpakaian demikian karena seisi rumah biasanya hanya wanita, tetapi aku yang melihatnya membuat jantungku berdegup kencang dan darah mudaku pun mendesir. Apalagi sarapan yang kumakan kebanyakan menambah libido, sehingga birahiku pun semakin tinggi.

“Say.., celanamu kenapa..?” tanyanya.

Memang pada saat itu batang kemaluanku tegang sekali sampai terlihat dari luar celana. Saking kagetnya ditanya demikian, gelas yang sedang kuminum pun tumpah, untung tidak pecah.

“Kalau minum pelan-pelan dong, Sayang..” sahutnya sambil mendekatiku dan mengelap tumpahan air di bajuku.
Begitu dia mendekat aku merasa tidak tahan lagi. Aku segera berdiri dan memeluknya serta menghisap lehernya. Waktu itu otakku sudah keruh dan tak perduli apa-apa lagi.

“Say, jangan.. aku ini ibu temanmu mu..,” hanya itu yang dia katakan, tetapi dia sedikit pun tidak melawan, malah kemudian membiarkan aku membuka kaosnya sehingga tubuh indahnya pun terlihat.

Aku pun mulai menggerayangi seluruh tubuhnya, payudaranya yang besar kuhisap seperti pada waktu aku masih bayi, dan tanganku kupakai untuk memijat payudara sebelahnya serta untuk memeluknya.

Setelah itu daerah erotis lainnya pun segera kunikmati seperti dadanya, ketiak, sampai akhirnya aku terduduk mengarah persis di celana dalamnya. Kulihat waktu itu CD-nya sudah basah sekali, lalu kutarik CD-nya ke bawah dan langsung aku melakuan oral seks di liang kewanitaan ibu temanku. Waktu itu terciumlah bau khas wanita yang sebenarnya kurang sedap, tapi bau itu merupakan bau terindah yang pernah kucium dikarenakan nafsuku sudah memuncak.

Aku pun menciumi permukaan kemaluannya sambil lidahku menari-nari di daerah paling sensitifnya, perbuatanku ini membuatnya melonjak seperti kesetrum.

“Cukup Roy, hentikanlaah.. aah..” katanya tetapi tangannya terus memegangi kepalaku yang tenggelam di selangkangannya, bahkan menahanku untuk tetap menjilatinya.

Saat lidahku menjilati klitorisnya dengan lembut, tidak lama kemudian tubuh ibu temanku mengejang dengan hebat, dan desahannya semakin keras. Aku tidak perduli lagi dan terus menjilati kemaluan ibu temanku yang memuncratkan cairan-cairan kental saat dia mencapai orgasme tadi. Kuhisap semua cairan yang keluar, meskipun rasanya aneh di lidah tetapi terasa nikmat sekali.

Kemudian ibu temanku yang terlihat lelah melepaskan kepalaku dan duduk di kursi makan. Aku pun segera berdiri dan melucuti pakaianku. Dia tampak terkesan melihat batang kemaluanku yang besar dengan panjang kira-kira 15 cm dan berdiameter 4 cm. Ketika aku mendekat, ibu temanku mendorongku hingga aku terduduk di kursi makan dengan sisa tenaganya yang lemas. Kupikir ibu temanku menolak dan akan marah, tetapi dia segera berlutut mengarah ke batang kejantananku. Mulutnya begitu dekat ke kemaluanku tetapi dia diam saja. Aku yang sudah tidak tahan segera mendorong kepalanya menuju batang kejantananku.

Ibu temanku langsung mengulum senjataku dengan penuh nafsu. Hal itu terlihat dari kulumannya yang liar dan berirama cepat serta tangannya menggosok pangkal kemaluanku. Sambil dia melakukannya, kubelai rambutnya dan merasakan kenikmatan yang luar biasa, tidak terkira dan tidak dapat kulukiskan dengan kata-kata. Sampai akhirnya aku merasa tidak tahan lagi, air maniku menyembur di dalam mulut ibu temanku.

Dia segera memuntahkannya, dan kemudian membersihkan sisa-sisa air mani yang menetes di batang kejantananku dengan mulutnya. Melihat batang kejantananku masih tegang, dia segera naik ke pangkuanku dan membimbing burungku memasuki sarangnya. Akhirnya tenggelamlah seluruh batang kemaluanku ini ke liang senggamanya. Gila.., rasanya luar biasa sekali. Meski aku sering jajan, tapi kuakui liang kewaniataan ibu temanku ini terasa nikmat luar biasa dibanding lainnya.

Dia mulai naik turun menggosok batang kejantananku sambil memeluk kepalaku sehingga aku berada persis di belahan payudaranya. Hal itu kumanfaatkan untuk menikmati sekitar wilayah dadanya.

Akhirnya dia berada di puncak orgasmenya, dan langsung mengerang kenikmatan. Aku pun mulai kewalahan menghadapi goyangannya yang semakin liar, dan akhirnya muncratlah air maniku untuk kedua kalinya di dalam liang senggamanya. Kami pun lalu saling berciuman dengan mesra. Kemudian tanpa berkata apa-apa, dia langsung menuju kamar mandi dan membersihkan badannya.

Waktu itu aku sadar bahwa aku telah menyetubuhi ibu temanku sendiri, karena merasa bersalah aku segera meninggalkannya untuk berangkat kuliah setelah berbenah, sementara dia masih di kamar mandi. Aku tidak tahu apa nantinya yang kulakukan dan bingung menghadapi semua hingga kutulis Cerita Dewasa Ngentot Dengan Ibu Teman ini.

Cerita Sex Mama Temanku - Payudara Besar Puas

Kali ini Gadis Suci akan memberikan berbagai mcam berita dan artikel terbaru seputar Cerita Sex yang mana mungkin saja bisa bermanfaat untuk anda semua, dan mungkin saja mereka yang ingin menaikkan gaya bercintanya dengan pasangannya, sebab kalau hanya menggunakan gaya yang itu itu saja bisa membuat pasangan anda jadi bosan.

nah langsung saja akan kami berikan Cerita Sex Mami Temanku dengan payudara Besar dan Puas, sekali lagi cerita ini hanya boleh di baca oleh orang orang yang sudah cukuo umur yaitu 18 tahun keatas, dan juga selalu awasi anak anak anda agar tidak terjerumus.

Cerita Sex :

seorang ibu akan kehausan seks, brondong gak dapat, teman anakpun di entot. Awal aku mengenalnya pada saat dia mengundang perusahaan tempatku bekerja untuk memberikan penjelasan lengkap mengenai produk yang akan dipesannya.

Sebagai marketing, perusahaan mengutusku untuk menemuinya. Pada awal pertemuan siang itu, aku sama sekali tidak menduga bahwa Ibu Bella yang kutemui ternyata pemilik langsung perusahaan. Wajahnya cantik, kulitnya putih laksana pualam, tubuhnya tinggi langsing (Sekitar 175 cm) dengan dada yang menonjol indah. Dan pinggulnya yang dibalut span ketat membuat bentuk pinggangnya yang ramping kian mempesona, juga pantatnya wah.. sungguh sangat montok, bulat dan masih kencang.

Sepanjang pembicaraan dengannya, konsentrasiku tidak 100%, melihat gaya bicaranya yang intelek, gerakan bibirnya yang sensual saat sedang bicara, apalagi kalau sedang menunduk belahan buah dadanya nampak jelas, putih dan besar.

Di sofa yang berada di ruangannya yang mewah dan lux, kami akhirnya sepakat mengikat kontrak kerja. Sambil menunggu sekretaris Ibu Bella membuat kontrak kerja, kami mengobrol kesana-kemari bahkan sampai ke hal yang agak pribadi. Aku berani bicara kearah sana karena Ibu Bella sendiri yang memulai. Dari pembicaraan itu, baru kuketahui bahwa usianya baru 25 tahun, dia memegang jabatan direktur sekaligus pemilik perusahaan menggantikan almarhum suaminya yang meninggal karena kecelakaan pesawat.

“Pak gala sendiri umur berapa”, bisiknya dengan nada mesra.
“Saya umur 26 tahun, Bu!” balasku.
“sudah berkeluarga”, pertanyaannya semakin menjurus, aku sampai GR sendiri.
“Belum, Bu!”
Tanpa kutanya, Ibu Bella menerangkan bahwa sejak kematian suaminya setahun lalu, dia belum mendapatkan penggantinya.
“Ibu cantik, masih muda, saya rasa seribu lelaki akan berlomba mendapatkan Ibu bella”, aku sedikit memujinya.
“Memang, ada benarnya juga yang Bapak Gala ucapkan, tapi mereka rata-rata juga mengincar kekayaan saya”, nadanya sedikit merendah.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu, Ibu Bella bangkit berdiri membukakan pintu, ternyata sekretarisnya telah selesai membuat kontrak kerjanya.
“Kalau begitu, saya permisi pulang, Bu!, semoga kerjasama ini dapat bertahan dan saling menguntungkan”, aku segera pamit dan mengulurkan tangan.
“Semoga saja”, tangannya menyambut uluran tanganku.
“Terima kasih atas kunjungannya, pak Gala.”
Cukup lama kami bersalaman, aku merasakan kelembutan tangannya yang bagaikan sutera, namun sebentar kemudian aku segera menarik tanganku, takut dikira kurang ajar. Namun naluri laki-lakiku bekerja, dengan halus aku mulai merancang strategi mendekatinya.

“Oh ya, Bu Bella, sebelum saya lupa, sebagai perkenalan dan mengawali kerjasama kita, bagaimana kalau Ibu Bella saya undang untuk makan malam bersama”, aku mulai memasang jerat.
“Terima kasih”, jawabnya singkat.
“Mungkin lain waktu, saya hubungi Pak Gala, untuk tawaran ini.”
“Saya tunggu, Bu.. permisi”
Aku tak mau mendesaknya lebih lanjut. Aku segera meninggalkan kantor Ibu Bella dengan sejuta pikiran menggelayuti benakku. Sepanjang perjalanan, aku selalu terbayang kecantikan wajahnya, postur tubuhnya yang ideal. Ah.. kayaknya semua kriteria cewek idaman ada padanya.

Tak terasa satu bulan sejak pertemuan itu, meskipun aku sering mampir ke tempat Ibu Bella dalam kurun waktu tersebut, tapi tidak kutemui tanda-tanda aku bisa mengajaknya sekedar Dinner. Meskipun hubunganku dengannya menjadi semakin akrab.

Menginjak bulan ke-2, akhirnya aku bisa mengajaknya keluar sekedar makan malam. Aku ingat sekali waktu itu malam Minggu, kami bagai sepasang kekasih, meskipun pada awalnya dia ngotot ingin menggunakan mobilnya yang mewah, akhirnya dia bersedia juga menggunakan mobil Katanaku yang bisa bikin perut mules.

Beberapa kali malam Minggu kami keluar, sungguh aku jadi bingung sendiri, aku hanya berani menggenggam jarinya saja, itupun aku gemetaran, degup-degup di jantungku terasa berdetak kencang padahal hubungan kami sudah sangat dekat, bahkan aku dan dia sama-sama saling memanggil nama saja, tanpa embel-embel Pak atau Bu.

Sampai pada malam Minggu yang kesekian kalinya, kuberanikan diri untuk memulainya, waktu itu kami di dalam bioskop. Dalam keremangan, aku menggenggam jarinya, kuelus dengan mesra, kelembutan jarinya mengantarkan desiran-desiran aneh di tubuhku, kucoba mencium tangannya pelan, tidak ada respon, kulepas jemari tangannya dengan lembut. Kurapatkan tubuhku dengan tubuhnya, kupandangi wajahnya yang sedang serius menatap layar bioskop.

Dengan keberanian yang kupaksakan, kukecup pipinya. Dia terkejut, sebentar memandangku. Aku berpikir pasti dia akan marah, tapi respon yang kuterima sungguh membuatku kaget. Dengan tiba-tiba dia memelukku, mulutnya yang mungil langsung menyambar mulutku dan melumatnya. Sekian detik aku terpana, tapi segera aku sadar dan balas melumat bibirnya, ciumannya makin ganas, lidah kami saling membelit mencoba menelusuri rongga mulut lawan. Sementara tangannya semakin kuat mencengkram bahuku. Aku mulai beraksi, tanganku bergerak merambat ke punggungnya, kuusap lembut punggungnya, bibirku yang terlepas menjalar ke lehernya yang jenjang dan putih, aku menggelitik belakang telinganya dengan lidahku.

“Bella, aku sayang kamu”, kubisikkan kalimat mesra di telinganya.
“Gal, akupun sayang kamu”, suaranya sedikit mendesah menahan birahinya yang mulai bangkit.
Dan saat tanganku menyusup ke dalam blousnya, erangannya semakin jelas terdengar. Aku merasakan kelembutan buah dadanya, kenyal. Kupilin halus putingnnya, sementara tanganku yang satunya menelusuri pinggangnya dan meremas-remas pinggulnya yang sangat bahenol.

Segera kubuka kancing blous bagian depannya, suasana bioskop yang gelap sangat kontras sekali dengan buah dadanya yang putih. Perlahan kukeluarkan buah dadanya dari branya, kini di depanku terpampang buah dadanya yang sangat indah, kucium dan kujilat belahannya, hidungku bersembunyi diantara belahan dadanya, lidahku yang basah dan hangat terus menciumi sekelilingnya perlahan naik hingga ke bagian putingnya. Kuhisap pelan putingnya yang masih mungil, kugigit lembut, kudorong dengan lidahku. Bella semakin meracau. Tanganya menekan kuat kepalaku saat putingnya kuhisap agak kuat. Sementara aku merasakan gerakan di celanaku semakin kuat, senjataku sudah menegang maksimal.

Tanganku yang satunya sudah bergerak ke pahanya, spannya kutarik ke atas hingga batang pahanya tampak mulus, putih. Kubelai, kupilin pahanya sementara mulutku mengisap terus puting buah dadanya kiri dan kanan. Dan saat jariku sampai di pangkal pahanya, aku menemukan celana dalamnya. Perlahan jari-jariku masuk lewat celah celana dalamnya, kugeser ke kiri, akhirnya jari-jariku menemukan rambut kemaluannya yang sangat lebat.

Dengan tak sabar, kugosokkan jariku di klitorisnya sementara mulutku masih asyik menjilati puting buah dadanya yang semakin mencuat ke atas pertanda gairahnya sudah memuncak, meskipun jari-jariku sedikit terhalang celana dalamnya tapi aku masih dapat menggesek klitorisnya, bahkan dengan cepat kumasukkan jariku ke dalam celahnya yang lembat, terasa agak basah. Jariku berputar-putar di dalamnya, sampai kutemukan tonjolan lembut bergerigi di dalam kemaluannya, kutekan dengan lembut G-spotnya itu, kekiri dan kekanan perlahan.

“Achhh… Gala.. aku sudah nggak tahan.. Terus Gal… oh…” Suaranya makin keras, birahinya sudah dipuncak. Tangannya menekan kepalaku ke buah dadanya hingga aku sulit bernafas, sementara tangan yang satunya menekan tanganku yang di kemaluannya semakin dalam. Akhirnya kurasakan seluruh tubuhnya bergetar, kuhisap kuat puting susunya, kumasukkan jariku semakin dalam. “Ahhh… oh.. Gal.. aku ke..lu..ar…” Kurasakan jariku hangat dan basah. “Makasih Gal, sudah lama aku tak merasakan kenikmatan ini.” Aku hanya bisa diam, menahan tegangnya senjataku yang belum terlampiaskan tapi rupanya Bella sangat pengertian. Dengan lincahnya dibukanya reitsleting celanaku, jari-jarinya mencari senjataku. Aku membantunya dengan menggerakan sedikit tubuhku. Saat tangannya mendapatkan apa yang dicarinya, sungguh reaksinya sangat hebat. “Oh… besar sekali Gal.. aku suka.. aku suka barang yang besar..” Bella seperti anak kecil yang mendapatkan permen.

Senjataku yang sudah kaku perlahan dikocoknya, aku merasakan nikmat atas perlakuannya, sementara tangannya asyik mengocok batang senjataku, tangan satunya membuka kancing bajuku, mulutnya yang basah menciumi dadaku dan menjilati putingku, sesekali Bella menghisap putingku. Aliran darahku semakin panas, gairahku makin terbakar. Aku merasakan spermaku sudah mengumpul di ujung, sementara kepala senjataku semakin basah oleh pelumas yang keluar.

“Bella, aku sudah nggak tahan…”
“Tahan sebentar, Gal..”
Bella melepaskan jilatan lidahnya di dadaku dan langsung memasukkan senjataku ke dalam mulutnya, aku merasakan kuluman mulutnya yang hangat dan sempit. Kulihat mulutnya yang mungil sampai sesak oleh kemaluanku. Bella semakin kuat mengocok batang senjataku ke dalam mulutnya. Akhirnya kakiku sedikit mengejang untuk melepaskan spermaku. “Awas Bell, aku mau keluar..” kutarik rambutnya agar menjauh dari batang senjataku, tapi Bella malah memasukkan senjataku ke dalam mulutnya lebih dalam, aku tak tahan lagi, kulepaskan tembakanku, 7 kali denyutan cukup memenuhi mulutnya yang mungil dengan spermaku. Bella dengan lahap langsung menelannya dan membersihkan cairan yang tertinggal di kepala senjataku dengan lidahnya. Aku menarik nafas panjang mengatur degup jantungku yang tadi sangat cepat.

Setelah lampu menyala kembali pertanda pertunjukan telah usai, kami sudah rapi kembali. Kulihat jam di pergelangan tanganku menunjukan pukul 10.00 malam. Aku langsung mengantarnya pulang, dalam perjalanan kami tak banyak bicara, kami saling memikirkan kejadian yang baru saja kami alami bersama.

Sampai di rumahnya yang mewah di bilangan Pluit, aku langsung ditariknya menuju kamar pribadinya yang sangat luas. “Gal, saya belum puas, kita teruskan permainan yang tadi..” Tangannya langsung membuka kancing bajuku dan mulai membangkitkan gairahku, sementara pikiranku semakin bingung, kenapa Bella yang tadinya kalem bisa berubah ganas begini? Tapi pikiranku kalah dengan gairah yang mulai berkobar di dadaku, terlebih saat tangannya dengan lihai mengusap dadaku. Bagai musafir seluruh tubuhku dicium dan dijilatinya dengan penuh nafsu. Aku pun tak mau kalah sigap, di ranjangnya yang empuk kami bergulat saling memilin, melumat, dan saling menghisap.

Saat pakaian kami mulai tertanggal dari tempatnya. Kami saling melihat, aku melihat kesempurnaan tubuhnya, apalagi di daerah selangkangannya yang putih bersih, sangat kontras dengan bulu kemaluannya yang sangat hitam dan lebat. Dan Bella memandangi senjataku yang mengacung menunjuk langit-langit kamar. Hanya sebentar kami berpandangan, aku langsung meraih tubuhnya dan memapahnya ke ranjang. Kuletakkan hati-hati tubuhnya yang gempal dan lembut, aku mulai menciumi seluruh tubuhnya, lidahku menari-nari dari leher sampai ke jari-jari kakinya. Kuhisap puting buah dadanya yang kemerahan, kujilat dan sesekali kugigit mesra. Ssementara tanganku yang lain meremas-remas pinggul dan pantatnya yang sangat kenyal.

Pergulatan kami semakin seru, kini posisi kami berbalikan seperti angka 69, kami saling menghisap puting dada. Saat aku memainkan puting dadanya yang sudah mencuat, lidahnya menjilati putingku. Aku turun menjilati perutnya, kurasakan juga perutku dijilati dan akhirnya lidah kami saling menghisap kemaluan.

Aku merasakan hangat di kepala senjataku saat lidahku menari-nari menelusuri celah kemaluannya, lidahku semakin dalam masuk ke dalam celah kewanitaannya yang telah basah, kuhisap klitorisnya kuat-kuat, kurasakan tubuhnya bergetar hebat.

Lima belas menit sudah kami saling menghisap, nafsuku yang sudah di ubun-ubun menuntut penyelesaian. Segera aku membalikkan tubuhku. Kini kami kembali saling melumat bibir, sementara senjataku yang sudah basah oleh liurnya kuarahkan ke celah pahanya, sekuat tenaga aku mendorongnya namun sulit sekali. Tubuh kami sudah bersimbah peluh. Akhirnya tak sabar tangan Bella memandu senjataku, setelah sampai di pintu kemaluannya, kutekan kuat, Bella membuka pahanya lebar-lebar dan senjataku melesak ke dalam kemaluannya. Kepala senjataku sudah berada di dalam celahnya, hangat dan menggigit. Kutahan pantatku, aku menikmati remasan kemaluannya di batanganku. Perlahan kutekan pantatku, senjataku amblas sedalam-dalamnya. Gigi Bella yang runcing tertancap di lenganku saat aku mulai menaikturunkan pantatku dengan gerakan teratur.

Remasan dan gigitan liang kewanitaannya di seluruh batang senjataku terasa sangat nikmat. Kubalikan tubuhnya, kini tubuh Bella menghadap ke samping. Senjataku menghujam semakin dalam, kuangkat sebelah kakinya ke pundakku. Batang senjataku amblas sampai mentok di mulut rahimnya. Puas dari samping, tanpa mencabut senjataku, kuangkat tubuhnya, dengan gerakan elastis kini aku menghajarnya dari belakang. Tanganku meremas bongkahan pantatnya dengan kuat, sementara senjataku keluar masuk semakin cepat. Erangan dan rintihan yang tak jelas terdengar lirih, membuat semangatku semakin bertambah. Ketika kurasakan ada yang mau keluar dari kemaluanku, segera kucabut senjataku. “Pllop..” terdengar suara saat senjataku kucabut, mungkin karena ketatnya lubang kemaluan Bella mencengkram senjataku. “Achh, kenapa Gal.. aku sedikit lagi”, protes Bella. Dia langsung mendorong tubuhku, kini aku telentang di bawah, dengan sigap Bella meraih senjataku dan memasukkannya ke dalam lubang sorganya sambil berjongkok.

Kini Bella dengan buasnya menaikturunkan pantatnya, sementara aku di bawah sudah tak sanggup rasanya menahan nikmat yang kuterima dari gerakan Bella, apalagi saat pinggulnya sambil naik-turun digoyangkan juga diputar-putar, aku bertahan sekuat mungkin.

Satu jam sudah berlalu, kulihat Bella semakin cepat bergerak, cepat hingga akhirnya aku merasakan semburan hangat di senjataku saat tubuhnya bergetar dan mulutnya meracau panjang. “Oh.. aku puas Gal, sangat puas..” tubuhnya tengkurap di atas tubuhku, namun senjataku yang sudah berdenyut-denyut belum tercabut dari kemaluannya. Kurasakan buah dadanya yang montok menekan tubuhku seirama dengan tarikan nafasnya.

Setelah beberapa saat, aku sudah merasakan air maniku tidak jadi keluar, segera kubalikkan tubuhnya kembali. Kini dengan gaya konvensional aku mencoba meraih puncak kenikmatan, kemaluannya yang agak basah tidak mengurangi kenikmatan. Aku terus menggerakkan tubuhku. Perlahan gairahnya kembali bangkit, terlebih saat batang senjataku mengorek-ngorek lubang kemaluannya kadang sedikit kuangkat pantatku agar G-spotnya tersentuh. Kini pinggul Bella yang seksi mulai bergoyang seirama dengan gerakan pantatku. Jari-jarinya yang lentik mengusap dadaku, putingku dipilin-pilinnya, hingga sensasi yang kurasakan tambah gila.

Setengah jam sudah aku bertahan dengan gaya konvensional. Perlahan aku mulai merasakan cairanku sudah kembali ke ujung kepala senjataku. Saat gerakanku sudah tak beraturan lagi, berbarengan dengan hisapan Bella pada putingku dan pitingan kakinya di pinggangku, kusemprotkan air maniku ke dalam kemaluannya, kami berbarengan orgasme.

Sejak kejadian itu, kami sering melakukannya. Aku baru tahu bahwa gairahnya sangat tinggi, selama ini dia bersikap alim, karena tidak mau sembarangan main dengan cowok. Dia mau denganku karena aku sabar, baik dan tidak mengejar kekayaannya. Apalagi begitu dia tahu bahwa senjataku dua kali lipat mantan suaminya, tambah lengket saja. Memang yang kukejar hanyalah kenikmatan dunia yang didasari Cinta. Kalau harta sih, ada sukur, nggak ada ya.. cari dong. sekian cerita yang seru ini, nantikan cerita lainnya.

Cerita Sex Anal Pertamaku Dengan Kekasih

Kali ini kembali lagi bersama kami Gadis Suci, dimana kali ini kami akan memberikan sedikit info yang sangat menyenangkan yaitu tentang Cerita Sex dimana cerita Sex kami akan memberikan judul yang sangat menggairahkan seperti Cerita Sex Anal Pertamaku Dengan Kekasih, dimana dalam kehidupan percintaan gaya sex anal ini memang bukan hal yang baru lagi,

Langsung saja anda baca cerita Sex Anal Pertamaku di bawah ini :



Ini cerita gue pertama kali gue melakukan “Anal sex”, hubungan sex lewat Anus (dubur), ternyata lebih enak…..dari pada lubang yang di depan.. Sebut saja nama gue Doddy , kebetulan gue punya hobby “ngebreak” Suatu kali gue ngobrol sama yang namanya Tia (sebut aje gitu) sampai akhirnya gue janjian ketemu sama dia di Restoran. Orangnya sih kalau dari tampang biasa aja,umurnya baru 24 tahun tapi yang membuat gue tertarik, cara dia berpakaian, dia pakai celana jin’s ketat di tambah t-shirt yang ngepres jadi itu tonjolan sigunung kembar, bikin mata laki laki melotot..waktu gue salaman tanganya hangat, halus putih terus ada sedikit bulu bulu lembut, diotak gue kepikir gimana ya kalau orang ini bugil? pasti lebat punya bulu bawahnya, ternyata kalau lagi tersenyum..Cakep juga ya..terus do’i duduk disamping gue, tapi ni cewek duduknya rapet banget padahal sebelah sana masih lega (kebetulan…deh) dan bau parfumnya bikin gue napsu aje….akhirnya ya gue sering banget jalan sama do’i padahal kita masing masing sudah punya pacar dan do’i juga punya cowok makanya kita sering diam diam kencan ketemu setelah pulang kantor .

Selama ini gue kalau kencan cuma duduk sambil cerita sana sini, Suatu ketika waktu gue kencan sama do’i, cerita gue agak kearah porno dan do’i kayaknya interest banget sama cerita gue, kan gue waktu cerita posisi duduknya rapet banget sampai muka dia deket banget sama muka gue, akhirnya gue juga yang napsu, gue Cium aja pipinya, eh dia diem aja malah tersenyum, terus die bilang : “kalau mau cium, jangan sampingnya… tengahnya dong” (kebetulan pikir gue) ya udah gue beri bibirnya yang mungil itu. nggak tahu dia sengaja apa kagak, tangannya megang peler gue yang lagi tiduran dalam celana, “eh sorry ya mas nggak sengaja” katanya sambil menundukkan kepala karena malu , terus gue jawab”nggak apa apa kok git…asal jangan lama lama”. Emang kenapa, kalau megang yang lama..? tanya Tia, terus gue bilang “nanti bangun”, eh diluar dugaan dia bilang “liat boleh nggak, kalau lagi bangun..”, “boleh aja ” jawab gue sambil senyum.

Hari hari berikutnya jadwal kencan gue makin lebih sering, sampai suatu ketika ada kesempatan gue jalan sama Tia pas malem minggu. Gue ajak ke Puncak terus ngobrol aja di Riung Gunung, terus dia bilang sama gue ” Mas kita cari villa yuk, disini dingin banget” (Wah dalam hati gue…ni die yang gue tunggu). Cuma gue sok alim gue bilang “ya Tia mending kita pulang aja, sebab kalau kita nginap besok pulang pagi Tia di marahin sama papa dan mama”, dia jawab ah tenang aja nanti Tia yang Atur…(Siplah). akhhirnya kita jalan cari villa sampai malem tapi dapat juga. Di villa itu do’i, gue cium abis abisan sampai gue ngaceng banget, tiba tiba dia bangun terus dia lepasin celana Jin’snya sambil ngomong “Ah enakan gini, bebas”, terus naik ke ranjang lagi sambil tarik selimut tebal (buat basa basi keliatannya).

Gue buka juga celana jin’s gue, sementara diluar hujan mulai turun, Wah anget juga pelukan sama Tia, lanjutin lagi acara cium mencium, sambil gue coba raba dia punya buah dada yang lumayan Montok (34B lebih kali), tapi Tia tidak berontak malahan dia bantu tangan gue ngeremes teteknya yang kenyal dan mulai mengeras, gue bisikin ” Git….bh nya buka aja ya..dia cuma jawab “Kaitannya dibelakang mas” sambil membelakangi gue, tanpa ragu lagi buka semua kancing bajunya terus bh juga gue copot, sekarang sama sama tinggal pakai celana dalem aja, akhirnya selimut penutup gue singkap aja ,wah bodinya putih banget dia jadi malu tapi buru buru gue dekap terus gue jilatin dia punya puting, rupanya dia mulai napsu juga, terus dia bilang “Mas ini digesekin dong kebawah” dia ngomong sambil pegang peler gue yang ngaceng keras dari tadi. ya gue turutin (emang mau gue sih) sampai lama juga, nggesekin peler gue di memeknya Tia dia sempat orgasme 2 kali, terus dia bi lang “Capek..ya mas, mau gantian saya yang diatas ?.” terus gue bilang “ya nanti ya… kita santai dulu”.

Diluar dugaan gue, waktu gue lagi santai sambil ngerokok, sementara Tia tiduran di dada gue tiba tiba tangan dia ngerogoh masuk ke celana dalam gue, terus dikeluarin peler gue yang lagi ngaceng itu lewat samping bawah celana dalam gue, terus dia kocok pelan pelan, “gede juga ya mas..?” gue jawab “Ach.. masak sih” .. Tadinya gue pikir cuma mau dimainin doang, kagak taunya di isap juga (kaget juga gue, kagak nyangka), tapi gue pura pura kagak tau, akhirnya gue nggak mau kalah, gue bangun atur posisi gue tiduran diantara kedua pahanya sambil gue ciumin dia punya memek walaupun masih pakai celana dalem, nggak lama kemudian gue tarik celana dalamnya pelan pelan, Tia juga membantu dengan mengangat pantatnya, pelan pelan celana dalamnya gue tarik sampai mulai keliatan rambut jembutnya, yang tebal dan hitam pekat serta garis belahan memeknya yang rapat Itu , gue belai dia punya jembut terus gue buka memeknya yang rapat itu, kelihatan bagian dalam masih kecil sekali lubangnya dan masih pink warnaya, gue jilatin bagian bibir memeknya, ujung lidah gue mainin klitorisnya, membuat Tia mendesah halus, sambil memejamkan matanya.

Waktu gue rubah posisi 69, tanpa diminta dia isap peler gue, sekali lagi gue jilatin memeknya, terus gue kulum klitorisnya, sampai dia berhenti isap gue punya peler dan badannya meregang, pinggulnya diangkat keatas sambil mendesah “akhhhh….mas Tia nggak tahan nich….ochhhh” matanya merem sambil merintih dia buka lebar lebar kedua belah pahanya, posisinya bikin gue makin napsu. Akhirnya gue pindah posisi siap tempur, gue tempelin peler gue ke memeknya, tapi buru buru dia cegah sambil dia pegangin peler gue yang udah keras sambil bilang “Mas jangan dimasukin…., Tia masih perawan kalau mas nggak percaya liat aja, gue penasaran gue nyalain lampu disamping ranjang, gue buka belahan memeknya bener juga, lubangnya kecil banget, cuma bisa masukin pentol korek api kali. terus dia bilang “ya kan mas,.swer saya belum pernah melakukan senggama, cowok Tia cuma berani cium bibir doang..” akhirnya gue jadi lemes juga dan duduk disamping Tia, rupanya dia bisa baca kekecewaan gue, terus dia tanya “mas marah ya..?” gue jawab “nggak” ,terus dia bilang “pokoknya Tia akan bantu mas Doddy sampai bisa keluar juga” , ucap Tia sambil menggegam peler gue yang masih ngaceng itu.

Terus gue tanya lagi “git..apa kamu pernah lakukan kayak sekarang sama cowok selain saya…?. Dia bilang belum pernah, dan ini baru pertama kali, hanya saja dia sering lihat film BF dan majalah porno dirumah temen sekerja tapi belum pernah lakukan, terus aku tanyain “kalau nafsu kamu muncul gimana tuh..? tanpa basa basi dia bilang “paling Tia onani, saya mas kalau onani bisa bisa seminggu 3X lho mas” . Gue tanya caranya gimana…git, terus dia bilang “gampangkan ya…kunci kamar matiin lampu berbugil ria sambil taroin guling atau sudutnya bantal di selangkangan terus di gesek gesek, sampai terasa keluar baru tidur, mas Tia kalau lagi nafsu bisa sampai 4,5 kali keluar, udahannya kadang ketiduran karena kecapean sambil bugil, terus kalau bangun pagi kadang sekali atau 2x lagi” ,terus gue bilang “wah gede juga napsu kamu git..

Dia hanya senyum sambil terus coba “coliin” gue punya peler, terus lagi lagi dia hisap dan jilat pala peler sampai biji gue dikulum juga, dia nungging diatas gue dengan posisi 69 gitu jelas betul gue liat pantatnya yang putih serta lubang duburnya kecoklatan, bulu jembutnya Tia. maka gue coba mainin aja itilnya, jari jari gue sementara jari tengah gue gue masukin dikit dikit ke liang duburnya, cukup lama juga sampai memeknya basah betul, sampai Tia kelojotan. Do’i bilang “mas kok lama bener sih, nggak keluar keluar..”. Gue diam aje, akhirnya gue bilang “gini deh Tia, gimana kalau dimasukin lewat dubur aja dari pada kamu capek..?. Mulanya dia menolak takut rusak dan sakit tapi gue jelaskan sampai akhir dia bilang “ya deh mas, tapi coba dulu ya, tapi nanti kalau sakit buru buru cabut ya…?.

Beres kata gue sambil rubah posisi, gue suruh dia basahin peler gue pake ludah do’i sampai peler gue basah betul. Peler gue yang masih basah oleh ludahnya Tia itu gue coba arahin ke liang duburnya Tia dan Tia ambil posisi nungging palanya dibantal sambil kedua tangannya kebelakang membantu membuka belahan pantatnya, sehingga jelas terlihat lubang duburnya, gue coba kasih ludah gue di permukaan duburnya, sambil coba masukin pala peler keliang dubur Tia. Mulanya memang susah masuknya, sempit betul tapi gue pegangin batang peler gue sampai pala peler gue keras terus gue dorong dengan ludah sebagai pelicin, masuk juga pala peler gue, do’i meringis kesakitan terus gue berhenti tapi posisi pala peler gue masih dalam dubur, gue membungkuk dada gue rapet ke punggung Tia, tangan gue berusaha mainin itilnya Tia “aduh mas sakit tapi enak ohhh..mas… pssst ahhhh” rintihan Tia bikin gue makin napsu aja, baca cerita anal lainay di kumpulanceritaseru.info sambil gue tekan terus pelan tapi pasti sampai susah betul dan macet pas sampai batas leher peler, gue bilang sama dia “Wah git kalau ada minyak pelicin enak nih git..,terus Tia sambil menyeringai bilang “di tas Tia ada hand body, bisa nggak mas…?” ,ya di coba deh sambil mencabut kembali pala peler gue.

Tia bangun di ambil hand body, dia tuangin ke tangannya terus olesin pakai tapak tangan kepeler gue sampai pangkal sekalian kantung biji gue, sisanya dia olesin ke lubang duburnya, usaha di coba lagi dan ternyata lebih enak, sampai peler gue masuk abis, dan gue ayun pelan pelan……enak banget gue sampai nggak tahan akhirnya air mani gue muncrat juga dalem duburnya Tia, terus rasanya gue keluar banyak banget, itu nggak lama setelah Tia dalam kondisi orgasme juga, makanya waktu Tia orgasme itu, lubang duburnya ngepres banget, akhirnya gue lemes dan tiduran dalam posisi nyamping dari belakang tapi peler gue tetap gue biarin aja dalam duburnya, nggak lama kemudian gue cabut “aduh ngilu tapi enak” terus tidurlah dalam keadaan telanjang bulat berdua, nggak terasa matahari udah nongol.

Sore hari sebelum check out sekali lagi, dikamar mandi, waktu kita saling nyabunin, dia tau peler gue ngaceng lagi “Mas bangun lagi tuh” lalu saya bilang,” masukin lagi ya….sayang ya.?, Tia tersenyum sambil membalikan tubuh, badannya membungkuk tangannya pegangan bak mandi, sementara peler gue yang masih basah sama sabun mencari sasaran lubang dubur, dapat dan saya dorong masuk blesss, Tia menyeringai “Ohhhh”, permainan di ulang kembali dengan berbagai posisi, tetapi tetap si peler ke lubang dubur. perbuatan ini akhirnya sering gue lakukan, karena si Tia juga mendapatkan kepuasan sendiri sampai kalau dia lagi kangen tapi nggak ketemu, dia onani sambil jarinya dimasukin ke dubur.akhirnya kita masing masing merit, dan bubar. ternyata ngewek lewat dubur itu lebih Assssoy….tapi ingat kawan kalau sudah masuk dubur jangan masukin ke memek lagi, itu berbahaya kata “nenek” eh,salah kata dokter. jadi pilih mana..? snip atau snap…..yang enak dua duanya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Master - Master